MANFAAT FACEBOOK/TWITTER BAGI MANAJEMEN / PERUSAHAAN
Indonesia saat ini adalah negara pengguna facebook terbanyak kedua di dunia dengan jumlah pemakai hampir 28 juta orang! Tepatnya di angka 27.95 juta, sementara sebagai users terbanyak masih dari negara asal Facebook, Amerika dengan jumlah 140.4 juta orang. Urutan ketiga terbanyak di dunia adalah Inggris. Pengguna sedunia Facebook saat ini mencapai 500 juta orang, sedangkan Twitters sekitar 200 juta.
Dengan koneksi terhadap begitu banyak orang, dewasa ini semakin banyak pihak, baik perusahaan, lembaga, maupun individu, yang memanfaatkan jaringan social media ini sebagai media pemasaran produk dan jasa mereka. Lebih banyak pihak menyadari ini merupakan cara yang efisien dan focus dalam promosi pemasaran. Dengan demikian bila tidak memanfaatkan jaringan social ini terdapat risiko kehilangan calon konsumen yang sebenarnya begitu dekat untuk dijangkau. Apalagi, menurut data terkini, tingkat keaktifan pengguna orang Indonesia cukup tinggi untuk “Facebookers” yaitu 60%.
Selengkapnya social media meliputi aktivitas sosial menggunakan teknologi online yang memungkinkan keterlibatan dan interaksi dari para penggunanya dengan tools di antaranya: Blogs, Video Blogs (Vlogs), Micro-blogs, Social networking, bookmarking, tagging, forum serta Wikis (penggunaan Wikipedia).
Buat pelajar sekolah, baik di bangku SD, SMP, atau SMU buat apalagi kalau nggak buat kenalan dengan cewek atau gebetan di dunia maya dan berharap bisa kopi darat dan berlanjut ke jenjang yang lebih dekat lagi.
Selain dating, kegunaan Facebook memang sebenarnya untuk bersosialisasi, dimana kita bisa bertemu dengan orang dan mengetahui perkembangan apa yang terjadi, berita terbaru dan pastinya untuk menjalin silaturahmi.
Manfaat Facebook bagi manajemen/perusahaan hanya untuk branding dan sekedar announcement atau iklan. Sama halnya dengan iklan TV, facebook hanya berperan sebagai medium perantara antara pedagang dan pelanggan.
Manfaat Facebook bagi manajemen/perusahaan
1.Cara Murah Promosi
Penggunaan media sosial merupakan cara murah dalam online advertising. Saat ini media sosial paling populer digunakan untuk bisnis adalah: Twitter.com, Facebook.com dan LinkedIn.com. Dengan biaya yang relatif “gratis” suatu perusahaan, misalnya dapat melakukan promosi produknya, dan pasar yang diinginkan akan melakukan respon sendiri terhadap tawaran yang disampaikan.
2. Identifikasi target pasar juga dapat dilakukan dengan mudah dengan bergabung kepada group-group yang mempunyai minat dan kebutuhan (interests and needs) yang sama, sejenis atau terkait. Misalnya untuk produk yang terkait dengan sepeda, tinggal bergabung dengan group komunitas bikers atau para pehobi “gowes” yang banyak bertebaran di dunia maya media social. Pasarnya bahkan dapat menembus batas antar negara, menjangkau global market.
Kerugian Facebook bagi manajemen/perusahaan:
1.Resiko Jejaring Sosial di Tempat Kerja ,
Mengapa situs jejaring sosial bisa menjadi beban? Berikut adalah beberapa penjelasan yang paling masuk akal dan bisa diterima.
2.Berkurangnya Produktivitas
Berkurangnya produktivitas adalah alasan paling umum yang dilontarkan pihak manajemen untuk memblokir akses ke situs jejaring sosial. Seperti yang pernah diberitakan di BBC News, Dewan Kota Portsmouth di Inggris melarang akses ke Facebook, Twitter, dan sejenisnya, setelah menemukan bahwa para pegawai menghabiskan hampir 400 jam sebulan di Facebook. Ini menjunjukan banyak gaji terbuang, dan membuat wajib pajak marah. Demi alasan keamanan nasional, Korps Marinir AS juga membuat keputusan yang sama sehubungan dengan Facebook. Dari beberapa pegawai yang diwawancarai Nucleus Research, ditemukan bahwa dari 77 persen pegawai yang memiliki account Facebook, 61% mengunjunginya selagi di tempat kerja selama rata-rata 15 menit per hari, yang mengakibatkan berkurangnya produktivitas 1.47% dari seluruh populasi pegawai. Meskipun kita tidak bisa memastikan apakah kelompok studi ini benar-benar responsif, karena hanya berisi 237 pegawai, fakta menunjukan bahwa orang dapat dengan mudah tergoda oleh jejaring sosial dan membuang banyak waktu kerja. Studi yang dilakukanNucleus Research juga menemukan bahwa satu dari 33 pegawai membuat profil Facebook mereka di tempat kerja, dan 87% mengatakan bahwa pada dasarnya mereka membuka Facebook yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan.
3.Malware, Pencurian Identitas an Kebocoran Data
Situs jejaring sosial bisa menjadi “kendaraan” pengirim malware dan spyware yang diam-diam ditanamkan cybercriminal. Program-program berbahaya ini dapat menyebar ke seluruh jaringan internal perusahaan, dan pada akhirnya mendatangkan malapetaka bagi perusahaan. Dengan menhancurkan atau menonaktifkan sistem dan data yang dibutuhkan pegawai untuk melakukan pekerjaan mereka, malware dapat memberi dampak yang luar biasa terhadap produktivitas, disamping “membuang-buang waktu” bagian TI. Malware dan spyware juga dapat membombardir jaringan internal dengan spam, serangan phising, dan mencuri nama user dan pasword. Selain itu, waktu yang dibutuhkan bagian TI untuk melawan malware dan serangan spyware bisa sangant mahal.
4.Membahayakan Rahasia Perusahaan
Para cybercriminal seringkali tidak perlu spyware canggih untuk mendapatkan informasi rahasia perusahaan. Para pengguna jejaring sosial yang naif seringkali lebih terbuka tentang informasi pribadi atau rahasia di situs jejaring sosial. Meskipun pengguna Facebook dapat membatasi halaman mereka ke sejumlah “teman-teman saja, banyak pengguna yang membuka profil mereka ke publik dan berteman dengan orang tidak dikenal, termasuk “kolega” tidak dikenal yang mengaku bagian dari perusahaan yang sama (terutama di perusahaan besar, dimana kita tidak bisa mengenal semuannya).
Pembicaraan dengan “kolega” ini dapat mengarah ke rahasia perusahaan. Nucleus Research mengambil contoh peraawat rumah sakit yang berbagi informasi pasien dengan perawat shift berikutnya melalui Facebook. Jika ada teman-teman Facebook lain dari perawat tersebut yang bukan pegawai rumah sakit, rumah sakit bisa dinyatakan melanggar peraturan HIPAA. Hal serupa bisa terjadi pada pengacara yang melanggar kerahasiaan klien dengan cara yang sama. Selain itu, jika pengacara memberikan nasehat hukum teman-teman Facebook, mereka secara tidak sadar telah berada dalam status pengacara/klien.
Nucleus juga mencatat adanya tren di kalangan user yang menggunakan Facebook sebagai platform e-mail alternatif. Meskipun banyak perusahaan memonitor account e-mail biasa, jika mereka tidak dapat atau tidak memonitor Facebook pengguna dapat menghindari kontrol e-mail perusahaan, dan secara sengaja atau tidak sengaja melanggar kebijakan perusahaan.
5.Konsumsi Bandwidth
Video, media streaming lainnya dan download lain dari situs media sosial, seperti YouTube, MySpace, dan Flicker dapat mengonsumsi sejumlah besar bandwidht. Ketika pegawai sibuk mendownload video misalnya, aplikasi bisnis penting bisa menjadi sangat lambat. Jika perusahaan tidak membatasi akses ke situs-situs tersebut, mereka akan mengalami penurunan produktivitas atau menambah investasi dengan memperbesar bandwidth.
6.Risiko Reputasi Terbuka
Melesatnya promosi online lewat media ini bukannya tanpa risiko bagi pihak atau perusahaan yang memanfaatkannya. Perusahaan sekarang menjadi terbuka terhadap opini public. Risiko apa yang terbuka di sini? Terutama adalah risiko reputasi (reputation risk) . Memasuki ranah diminta pengguna media social dapat memberi komentar apa saja merupakan risiko yang dapat mengganggu bisnis perusahaan, khususnya apabila pernyataan negative yang mendominasi komentar.
Masih ingat kasus Prita vs RS Omni International? Dari sudut pandang operasional bisnis, RS Omni terpaksa harus mengalami kehilangan kepercayaan dari masyarakat dan pasiennya selama dan sesudah kasus Prita, ketika menghadapi gelombang tekanan dahsyat para facebookers yang memelopori gerakan “Koin Prita”. Jumlah pasien anjlok drastis! Manajemen rumah sakit, menurut pemberitaan media, harus kerja keras untuk menjaring pasien lagi dengan promosi yang lebih gencar, peningkatan service level, serta kegiatan masyarakat. Demikian pun, tidak mudah untuk mendapatkannya. Banyak pasien enggan berobat ke sana untuk kasus penyakit yang berat (ref: “Pasca Kasus Prita RS Omni Kerja Keras Jaring Pengunjung”, tvone.co.id; 20 Februari 2010).
Tetapi risiko yang besar lainnya, yang tidak kalah besar bahkan bisa lebih besar, adalah ketika social media yang ditampilkan tidak menarik partisipasi user lainya. Kita berbicara tentang sedikitnya visitor dan sepinya partisipasi publik dunia online. Bisa jadi design telah dibuat semenarik mungkin, dan itu, jelasnya, telah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Namun tetap sepi. Barangkali ada sekali dua masuk partisipan baru, tetapi interaksi berjalan kering dan lalu berhenti.
Ada juga media yang awalnya berlangsung menarik. Suatu awal yang baik disertai partisipasi pengguna yang meningkat. Tetapi momentum ini tidak di-managed baik. Pengelola mungkin tidak siap untuk melonjaknya partisipasi yang ramai. Di kasus lain adalah terjadinya masalah kegagalan teknis yang berulang kali. Kunjungan user perlahan berkurang, makin sedikit dan tidak kembali lagi. Tentunya risiko ini akan memengaruhi bisnis dan kemudian asset dari perusahaan yang mencoba menggunakan media unik ini.
Langkah Strategis Manajemen
Sebuah kebijakan perusahaan yang efektif akan mencakup setidaknya tiga komponen utama: sosialisasi pegawai yang berkelanjutan, aturan dan sanksi, dan menggunakan web filtering.
1.Sosialisasi
Setiap pegawai yang mengirin e-mail, SMS, instant message atau mengakses situs Internet manapun, tidak hanya situs jejaring sosial, harus mengetahui bahaya malware, virus, pencurian identitas, kebocoran data, dan terungkapnya rahasia perusahaan. Untuk itu, perlu adanya sosialisasi bagi para pegawai, dan sosialisasi ini juga menjadi bagian dari orientasi pegawai baru. Karena jaringan sosial sangat populer, dan menjadi tempat kerja kedua bagi banyak pegawai. Perlu adanya perhatian khusus terhadap informasi perusahaan yang terekspos di situs tersebut. Jika memang relevan, perlu adanya konsleting tentang kerahasiaan dan perlindungan hukum.
2.Persiapan dan Knowledge Management
Itu sebabnya, perangkat social media harus dipersiapkan sebaiknya. Ketika itu diluncurkan, masalah management memegang peranan sangat penting. Harus diupayakan adanya partisipasi user yang aktif. Moderator harus smart untuk mendorong ramainya conversation yang produktif: ramai dan bermanfaat. Perusahaan yang sigap, akan siap menanggapi kritik online terbuka.
Satu hal perlu diingat di era kesadaran internet yang tinggi ini. Coba selidiki, apa yang membuat kita aktif berinternet ria, menyelusuri ruang-ruang dunia maya, mencari ini dan itu, membuat blog, dan lain-lain? Kata kuncinya adalah pengetahuan (knowledge)! Anda setuju?
Pengetahuan yang menarik, bermanfaat, menantang, mengundang keingintahuan lebih lanjut, sejalan dengan minat para pengguna group adalah sebagian alasan pengguna social media akan mengunjungi dan terlibat dalam komunikasi yang aktif dan positif. Itu sebabnya, tawarkan knowledge and more knowledge. Rasa keingintahuan akan menyedot banyak pengguna yang aktif dinamis. Dampaknya pasti positif bagi aktivitas promosi secara online ini.
Demikian, manfaatkan keunggulan social media dan tekan risiko yang mungkin datang. Persiapan sangat penting. Kapan dimulai? “Lebih cepat, lebih baik!”
Referensi:
http://koarmabar.tnial.mil.id/Artikel/tabid/63/articleType/ArticleView/articleId/1047/Default.aspx
http://masjemmy.com/manfaat-facebook-bagi-pelajar-bisnis-online.htm
http://vibizmanagement.com/journal/index/category/risk_management/78/60
Jakarta , April 6, 2011
Submitted by Kosuman
No Comments »
RSS feed for comments on this post. TrackBack URL